Pengalaman
itu Penting Untuk Mengelola Potensi Diri Sendiri
Dalam kehidupan kita dituntut untuk
mengalami suatu proses yang menjadi diri semakin tau tentang keaktualan. Dalam
kutipan seseorang ada yang mengatakan bahwa pengalaman ialah “pengamatan yang
merupakan kombinasi penglihatan, penciuman, pendengaran serta pengalaman masa
lalu” (Saparwati,
2012). Pengalaman banyak bentuknya berupa cerita lucu, cerita pahit, cerita
sedih, cerita senang, cerita mengecewakan dan lain sebagainya. Sebab pengalaman
hanya diri masing-masing seseorang yang melakukan perubahan ataupun pola pikir
yang berbeda dalam kehidupan. Sedikit cerita dialog dibawah ini dari teman saya
dan sekaligus sahabat yang akan mendialogkan kehidupan pondok dan setelah
lulusan dari pondok. Mau ngapain aja sih. Yuk kepo in aja.
Saya : Apa sih yang membuatmu untuk mondok. Ada
perkataan orang lain mondok itu gak enak apakah benar?
Hamzah: benar, karena di pondok itu banyak kekurangan dari fasilitas, jauh dari orang tua, banyak terkena hukuman dan masalah,
Saya : Mengapa banyak orang yang belum mau
mondok. Apakah pondok itu terlalu kuno dan tidak modern?
Hamzah: sebenarnya kembali dipribadi
masing-masing. Sebab diri seorang memiliki karakter yang berbeda dengan
pemahaman kita.
Saya : Apa sih yang didapat dari pondok lantas
manfaatnya bagi disendiri?
Hamzah : Ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama
yang mendalam, yang paling penting ilmu kehidupan atau bersosial dengan banyak
orang. Kita dihadapkan dengan banyak perbedaan dari suku, bahasa, dan tata cara
sopan santun.
Hamzah : Langkah apa yang harus kita ambil
untuk mengedepankan suatu peradaban zaman?
Ridwan : memperkuat iman dan taqwa. Membuat
pendiri kuat agar tetap istiqomah dalam melaksanakan sesuatu perbuatan.
Hamzah : Setelah Lulus dari pondok tugasnya mau
ngapain to?
Ridwan : Mengamalkan ilmu-ilmu agama yang sudah
di pondok dan mengajarkan ke masyarakat umum. Untuk kemanfaatan bersama.
Saya : tips untuk tetap selalu Istiqomah dalam kebaikan
dan keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu?
Hamzah :Jangan berhenti dalam melakukan hal
kebaikan bagi orang lain. Baik itu tidak rugi untuk diri kita sendiri. Jangan
pernah menyerah, gagal tetaplah harus bangkit tidak perlu putus asa, jalan kita
mencari solusi masih banyak.
Berdasarkan dari dialog diatas bahwasannya lulusan
pondok itu tidak akan menganggur atau tidak punya pekerjaan. Sebab semua apa yang dipelajari InsyaAllah dipondok telah dikaji atau dipelajari
lalu dilaksanakan sehari-hari. Ingat semua urusan susah ada ditangan sang pencipta
yaitu Allah SWT. Sebagai manusia harus selalu haus akan rasa kurang tentang
pengetahuan terutama dalam bidang ilmu agama. Sebab ilmu agama adalah bekal
hingga hari akhir.
Kata pepatah pernah berkata dari seorang Cicero
“Pengalaman adalah guru terbaik”. Tidak ada kata terlambat untuk memulai
perubahan dalam hidup. Usia kita tidak banyak, waktu kita hanya sedikit, segera
gunakan detik ini sebagai tombak pembelajaran yang berguna bagi diri sendiri. Dari
seseorang pernah mengucapkan John Rohm “Bagi setiap usaha yang
disiplin pasti ada hasil yang berlipat ganda “. Apa yang kita kerjakan
harus berpedoman dalam kemanfaatan. Dari Elbert Hubbard “Positive
anything is better than negative nothing” . Artinya yaitu “Sesuatu yang
positif lebih baik daripada tidak ada yang negatif”.
Dalam Setiap langka yang baik dan benar secara
agama maka semua urusan akan dijamin oleh Tuhan. Maka jangan lupa dan tidak
ingkar pada kodratnya manusia sebagai makhluknya. Bersyukur dan berusaha dengan
jalan yang baik pula.